PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus dugaan pemerkosaan menimpa salah seorang bocah perempuan yang masih berstatus pelajar sekolah dasar di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pelaku diduga merupakan germo di salah satu lokasi prostitusi di Pangkalan Bun.

Perbuatan asusila tersebut terungkap ketika ibu korban yang pulang bekerja mendapati putri kesayangannya digagahi oleh pria tersebut di rumahnya. 

Ketika kepergok pelaku langsung melarikan diri, namun ibu korban sempat mengenali bahwa pelaku yang rumahnya hanya berjarak satu kilometer dari rumahnya, itu adalah germo di salah satu lokasi prostitusi di Pangkalan Bun.

Berdasarkan keterangan ibu korban kepada tetangganya, bahwa putrinya masih berstatus pelajar sekolah dasar kelas 3, dan berusia 13 tahun itu sudah 3 kali digagahi oleh pria cabul tersebut.

"Pengakuan ibunya ketika menanyai anaknya, pelaku sudah 3 kali melakukan persetubuhan dengan anaknya, dua kali di rumah pelaku dan satu kali di rumah mereka, kebetulan yang ketiga itu kepergok sama ibunya," terang AG tetangga korban, saat dikonfirmasi pada Selasa, 21 April 2026.

Lanjut dia, kepada ibunya anak tersebut juga mengaku bahwa perbuatan tersebut sempat dilakukan dua orang, yaitu germo tersebut dan satu pria yang kerap dipanggil gondrong.

Menurutnya, beberapa hari terakhir pelaku sudah tidak terlihat lagi dirumahnya yang sekaligus menjadi tempat bisnis esek-esek.

"Sepertinya sudah melarikan diri, karena tidak pernah terlihat lagi, yang ada hanya beberapa perempuan (PSK) yang merupakan anak buah pelaku," terangnya.

Mirisnya, korban saat ini hanya tinggal berdua dengan ibunya, karena ayah korban saat ini sedang menjalani hukuman di lapas Kelas IIB Pangkalan Bun atas kasus pencurian buah kelapa sawit.

"Ujar ibunya, kasus yang menimpa anaknya sudah dilaporkan kepada kepolisian," pungkasnya. (DANANG/j)