BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun telah menyelesaikan kegiatan retret di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia bersama para ketua DPRD se-Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan wawasan kebangsaan para pimpinan legislatif daerah.
Selama mengikuti program tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari isu ketahanan nasional, geopolitik, hingga strategi menghadapi dinamika global yang berdampak pada pembangunan daerah.
Rimbun menilai, keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut memberikan banyak perspektif baru, terutama dalam menyusun kebijakan daerah yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
"Banyak diskusi dan pertukaran pengalaman dengan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia. Ini memberikan wawasan baru yang bisa diterapkan di daerah," ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Ia menegaskan, pembangunan daerah saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kondisi nasional maupun global. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan yang tepat.
Menurutnya, sejumlah isu strategis di Kotim seperti stabilitas harga, distribusi logistik, serta ketahanan ekonomi daerah perlu ditangani dengan pendekatan yang lebih matang dan terintegrasi.
"Kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu misalnya, dampaknya sangat terasa hingga ke daerah. Ini perlu disikapi dengan kebijakan yang tepat agar tidak memberatkan masyarakat," tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menjalankan program pembangunan.
"Sinergi antar lembaga menjadi kunci agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.
Retret yang merupakan bagian dari program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) ini digelar di Magelang pada April 2026. Kegiatan tersebut bertujuan membentuk pemimpin daerah yang berkarakter negarawan, memahami visi pembangunan nasional, serta mampu membangun tata kelola pemerintahan yang efektif.
Dengan bekal dari kegiatan tersebut, Rimbun berharap DPRD Kotim dapat melahirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.
"Yang paling penting adalah implementasi. Ilmu dan pengalaman yang didapat harus bisa diterjemahkan menjadi langkah nyata untuk kemajuan daerah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI)









