BORNEONEWS, Nanga Bulik – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring meningkatnya kasus pada 2026, terutama menjelang musim penghujan.
Ia menegaskan, langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), dengan mengoptimalkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
“Upaya paling efektif adalah pencegahan dari lingkungan rumah. Masyarakat perlu mengaktifkan kembali Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan rutin melakukan PSN minimal sekali dalam seminggu,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Bupati menjelaskan, PSN 3M Plus mencakup menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air. Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan kelambu, menaburkan larvasida, dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian.
Ia juga meminta camat, lurah, dan kepala desa untuk mengoordinasikan pelaksanaan PSN di wilayah masing-masing, termasuk di lingkungan rumah, sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.
“Peran kader kesehatan juga sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan di lapangan,” tegasnya.
Selain masyarakat, instansi pemerintah dan sektor swasta turut diminta menjaga kebersihan lingkungan kerja serta melakukan pemeriksaan jentik secara berkala.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, dalam menghadapi potensi lonjakan kasus.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, dan nyeri otot.
“Fogging bukan solusi utama. Yang paling penting adalah memberantas sarang nyamuk melalui kesadaran bersama,” tegasnya.
Ia berharap imbauan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD serta menjaga kesehatan lingkungan secara berkelanjutan. (NATALIA KRISTIN/J)









