SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pondok Pesantren Darul Amin Sampit membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep pendidikan yang memadukan nilai-nilai pesantren dan pemanfaatan teknologi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak penggunaan gadget pada anak, dengan membekali santri kemampuan literasi digital sekaligus memperkuat dasar keagamaan agar mampu menghadapi tantangan era modern secara bijak. 

"Ponpes Darul Amin berbeda dengan sekolah umum, kami menerapkan pembinaan dengan tinggal di asrama. Kami juga melarang keras penggunaan Hp. Sehingga sudah bisa dipastikan selama aktivitas belajar mengajar tidak akan masuk hal negatif dari dunia digital," ujar Pimpinan Ponpes Darul Amin Sampit Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, Rabu, 22 April 2026.

Meskipun tidak diperbolehkan menggunakan Hp di lingkungan podok, namun dirinya memastikan bahwa santri yang mondok di Darul Amin tidak ketinggalan jaman atau minim pengetahuan teknologi. Karena mereka juga menerapkan pendidikan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mngajar. 

Sementara, terkait PSB, Pendaftaran gelombang II dibuka mulai 25 Maret hingga 20 Juni 2026.

"Bagi orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya menjadi calon santri, bisa langsung mengambil formulir pendaftaran di kantor kami di Jalan HM Arsyad, tepat di depan Kantor Dukcapil Kotim," kata Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, Rabu, 22 April 2026.

Ia menjelaskan, batas akhir pengumpulan berkas dan penyelesaian administrasi ditetapkan pada 30 Juni 2026.

Dalam proses pendidikan, Ponpes Darul Amin menggabungkan sistem pesantren salafiyah dengan kurikulum nasional. Pembelajaran difokuskan pada penguatan Al-Qur’an dan Hadis, serta pendalaman kitab-kitab klasik atau kitab kuning.

Selain itu, lembaga pendidikan ini juga memiliki unit sekolah formal tingkat SMP dan SMA Islam Terpadu yang telah terakreditasi B dan terdaftar dalam sistem data pokok pendidikan (Dapodik), sehingga santri tetap dapat mengikuti ujian nasional dan memperoleh ijazah resmi dari negara.

"Kurikum kami memadukan pendidikan pesantren dengan kurikulum nasional, serta didukung penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar," tambahnya.

Dari sisi fasilitas, Ponpes Darul Amin Sampit telah dilengkapi asrama santri, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga sarana penunjang lainnya.

Para santri juga diberikan wadah mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari bidang keagamaan, olahraga, hingga pengembangan bahasa.

Ahmad Rayyan menegaskan, pihaknya terus berupaya mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu bersaing di bidang akademik dan teknologi.

"Kami berharap para orang tua dapat segera mendaftarkan anaknya sebelum kuota terpenuhi," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)