PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Tomy Irawan meminta pemerintah daerah segera menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program cetak sawah di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau.

Dalam kunjungan resesnya, Tomy mendapati fakta adanya ketidaksesuaian dalam distribusi sarana produksi pertanian. Ia menyoroti bahwa beberapa lahan yang telah selesai dicetak justru belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena ketersediaan bibit tanam yang belum ada.

"Saat reses ke sana, saya mendapat langsung informasi dari masyarakat. Lahannya sudah selesai dicetak, tetapi bibitnya belum tersediakan untuk ditanam. Yang aneh justru pupuk yang lebih dulu datang," ujar Tomy, Rabu, 22 April 2026.

Menurutnya, kondisi ini sangat tidak lazim dan menimbulkan pertanyaan besar. Sebab, pada umumnya pola yang berlaku adalah ketersediaan bibit menjadi prioritas utama, baru kemudian petani mempersiapkan pupuk.

"Biasanya bibit dulu baru setelah itu pupuk yang dicari, tapi di cetak sawah ini justru sebaliknya. Kalau bibitnya belakangan, apa yang mau ditanami," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Tomy juga menyampaikan kekecewaannya karena pihak DPRD dinilai kurang dilibatkan dalam pengawasan program strategis tersebut. Padahal, program cetak sawah ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai koordinasi lintas instansi perlu diperbaiki agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

"Ini program yang sensitif karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai niat baik pemerintah tidak dirasakan manfaatnya karena persoalan teknis di lapangan," pungkasnya. (PATHUR/H)