BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kenaikan sejumlah harga bahan pokok mulai terlihat pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M di wilayah Kabupaten Kapuas, salah satunya di Kecamatan Bataguh.
Hal ini terungkap saat Pemerintah Kecamatan Bataguh melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) pasar di Pasar Rabu Pulau Kupang, Rabu, 24 April 2026.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar harga bahan pokok memang masih relatif stabil. Namun, beberapa komoditas penting justru mengalami kenaikan cukup signifikan dan mulai dikeluhkan masyarakat.
Komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya cabai besar kering yang sebelumnya berada di kisaran Rp80.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp110.000 per kilogram. Selain itu, minyak goreng merek Kita juga mengalami kenaikan dari Rp18.000 menjadi Rp21.000 per liter.
Tak hanya itu, ketersediaan beras lokal juga dilaporkan mulai sulit ditemukan di pasaran. Kondisi ini diperparah dengan harga gas LPG yang turut mengalami kenaikan, sehingga semakin membebani pengeluaran masyarakat sehari-hari.
“Namun ada beberapa komoditas yang naik seperti cabai besar kering, dari 80.000 menjadi 110.000 per kg, minyak goreng Kita dari 18.000 menjadi 21.000 per liter. Beras lokal saat ini sulit dicari, seperti halnya juga gas LPG yang harganya semakin merangkak naik,” ungkap Plt. Camat Bataguh, Dino Aries Fahrizal.
Pemerintah Kecamatan Bataguh menyatakan bahwa kegiatan sidak ini merupakan langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Hasil pemantauan ini juga akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mengambil kebijakan lanjutan guna mengendalikan inflasi daerah. (SABRIANOOR/R)









