BORNEONEWS, Kuala Kurun - Dalam upaya mendukung pelaksanaan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Pemkab Gunung Mas melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) melaksanakan peningkatan mutu tempat penitipan anak (TPA).
Kepala DP2KBP3A Gunung Mas Rina Sari melalui Bidang Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga (KBKS), Demo Aruslin Purba menjelaskan bahwa dampak positif dari program ini akan dirasakan oleh anak-anak serta para orang tua yang mempercayakan pengasuhan anak-anak mereka di TPA.
"Program ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas pengasuhan, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi orang tua, terutama ibu bekerja," ujar Demo Aruslin Purba, Rabu, 22 April 2026.
Dirinya berharap program ini mampu meningkatkan kompetensi pengasuh yang tersertifikasi dan terstandarisasi, menghadirkan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, serta mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan.
Selain itu, ia juga berharap adanya peningkatan kerja sama dalam layanan dan sistem rujukan antar TPA.
"Untuk saat ini di Kabupaten Gunung Mas ada 7 TPA dan kami sudah berkoordinasi dengan dua TPA yakni TPA St.Yosef dan TPA Tantahan Paduhup Asi," tambahnya.
Ke depan, DP2KBP3A Kabupaten Gunung Mas menargetkan semakin banyak TPA yang mendapatkan pendampingan melalui Program TAMASYA.
"Hal ini diharapkan dapat menciptakan pengasuh anak usia dini yang berkualitas serta sistem pengasuhan yang lebih baik di Indonesia khususnya di Kabupaten Gunung Mas," tukasnya. (RISKA YULYANA)









