BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi koperasi desa dan kelurahan melalui digitalisasi sebagai langkah memperkuat ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Barito Utara, Muhlis, saat membuka pelatihan digitalisasi koperasi bagi pengurus dan pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Muara Teweh, Rabu, 22 April 2026.
“Digitalisasi menjadi keharusan. Koperasi tidak bisa lagi dikelola secara konvensional jika ingin berkembang dan menjawab tuntutan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 terkait percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, penerapan sistem digital dalam pengelolaan koperasi akan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, terutama dalam pencatatan administrasi dan keuangan.
“Dengan digitalisasi, seluruh proses bisa dipantau secara terbuka oleh anggota, sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan,” jelasnya.
Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama agar pengurus koperasi mampu mengoperasikan teknologi digital secara efektif.
Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan teknis penggunaan aplikasi digital, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, serta memperluas jaringan usaha dan pemasaran produk hingga ke tingkat nasional.
Muhlis juga mengajak seluruh pengelola koperasi untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi riil di masyarakat.
“Koperasi harus hadir sebagai solusi dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Barito Utara, Mastur, menambahkan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing koperasi di era teknologi informasi.
“Koperasi harus mampu beradaptasi dengan sistem digital, mulai dari pencatatan keuangan hingga pemasaran berbasis platform digital,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Barito Utara telah mencapai 100 persen dengan total 96 koperasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 41 koperasi telah memiliki lahan, sementara 55 lainnya masih dalam proses. Selain itu, 19 koperasi tengah membangun fasilitas fisik seperti gerai dan gudang.
Pemkab Barito Utara menargetkan pembangunan 30 koperasi dapat diselesaikan hingga Juli 2026, sejalan dengan program nasional pembentukan 35.000 koperasi desa/kelurahan.
Pelatihan digitalisasi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 April 2026, diikuti 50 peserta dari berbagai koperasi desa. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan praktisi digital.
Dengan pelatihan tersebut, diharapkan pengurus koperasi mampu mengimplementasikan sistem digital guna mendorong koperasi yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing.









