BORNEONEWS, Palangka Raya – Jemaah haji reguler asal Kalimantan Tengah dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada 29 April 2026 melalui Embarkasi Banjarmasin (BDJ), Kalimantan Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalteng, Hasan Basri, menyampaikan keberangkatan perdana tergabung dalam Kloter BDJ 4 dengan total 360 orang.
“Kloter pertama terdiri dari jemaah Kapuas 233 orang, Murung Raya 70 orang, Katingan 49 orang, Barito Timur dua orang, ditambah petugas kloter empat orang dan dua Petugas Haji Daerah,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Selanjutnya, Kloter BDJ 5 akan diberangkatkan pada 30 April dengan jumlah 360 orang, terdiri dari jemaah Palangka Raya 192 orang dan Kotawaringin Barat 161 orang, serta didampingi petugas kloter, PHD, dan satu pembimbing KBIHU.
Keberangkatan berikutnya yakni Kloter BDJ 6 pada 2 Mei sebanyak 360 orang, yang berasal dari Kotawaringin Timur 167 orang, Seruyan 59 orang, Kapuas 52 orang, Lamandau 47 orang, dan Pulang Pisau 28 orang.
Kemudian Kloter BDJ 7 pada 3 Mei juga membawa 360 jemaah, terdiri dari Barito Utara 112 orang, Palangka Raya 102 orang, Barito Timur 99 orang, Sukamara 25 orang, dan Gunung Mas satu orang, ditambah petugas pendamping.
Untuk Kloter BDJ 8 yang dijadwalkan berangkat 4 Mei, jumlah jemaah sebanyak 125 orang, berasal dari Barito Selatan 84 orang, Kapuas 35 orang, Barito Timur dua orang, dan Palangka Raya dua orang.
Sementara keberangkatan terakhir jemaah haji Kalteng direncanakan pada 21 Mei melalui Kloter BDJ 19 dengan jumlah terbatas dari beberapa daerah.
Hasan Basri menyebutkan, total jemaah haji reguler beserta petugas dari 14 kabupaten/kota di Kalteng tahun ini mencapai 1.577 orang. Kabupaten Gunung Mas menjadi daerah dengan jumlah jemaah paling sedikit, yakni 15 orang.
Ia juga menjelaskan bahwa pelepasan jemaah tidak dilakukan di Asrama Haji Al Mabrur Palangka Raya, karena statusnya hanya sebagai embarkasi transit.
“Kami berharap seluruh jemaah mengikuti arahan petugas agar rangkaian ibadah haji berjalan lancar sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya.









