BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sejumlah koperasi di Kabupaten Gunung Mas, menunjukkan perkembangan signifikan dan mulai menjadi contoh keberhasilan pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Gumas, Supervisi Budi, saat dihubungi, mengatakan koperasi yang dimaksud antara lain Maangkat Utus di Desa Bereng Jun, Balawan Hapakat di Desa Taringen, serta Takaras Handep Hapakat di Desa Takaras.
"Ketiga koperasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Manuhing," ujarnya, Rabu, 22 April 2026.
Ia mengetahui perkembangan itu setelah menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025 di masing-masing desa, baru-baru ini.
Menurutnya, koperasi-koperasi tersebut mampu berkembang tidak hanya dari hasil kerja sama plasma dengan perusahaan perkebunan swasta, tetapi juga melalui pengembangan berbagai unit usaha mandiri.
Ia menilai, kerja sama yang baik serta pengelolaan yang tepat oleh pengurus menjadi kunci utama agar koperasi dapat terus berkembang.
Modal awal koperasi memang berasal dari pembagian hasil plasma, namun keberlanjutan dan kemajuannya ditentukan oleh inovasi usaha yang dijalankan.
Saat ini, unit usaha yang dikembangkan cukup beragam, mulai dari toko serba ada (toserda), layanan BRILink, jasa angkutan buah kelapa sawit yang bekerja sama dengan perusahaan besar swasta (PBS), hingga penyediaan LPG dan BBM.
Koperasi di Taringen dan Bereng Jun bahkan telah memiliki aset yang tergolong maju untuk ukuran desa, seperti gedung kantor permanen, aula pertemuan, kendaraan operasional, hingga truk angkutan.
Sementara itu, koperasi di Takaras telah memiliki kendaraan roda tiga atau tosa untuk menunjang aktivitas usaha, serta berencana membangun kantor permanen pada 2026.
“Kalau dilihat dari asetnya saja, sudah terlihat mereka maju,” tambahnya.
Ia menjelaskan, perkembangan tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak sekitar 2016 hingga sekarang.
Pembinaan dari pemerintah daerah serta dukungan perusahaan mitra turut menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan koperasi.
Pemerintah daerah juga terus mengingatkan pentingnya tata kelola koperasi yang baik, termasuk kewajiban melaksanakan RAT sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggota.
Kata Supervisi Budi, jumlah koperasi di Gumas saat ini mencapai 386 termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Pemerintah daerah berharap keberhasilan koperasi seperti Maangkat Utus, Balawan Hapakat, dan Takaras Handep Hapakat dapat menjadi contoh bagi koperasi lain dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
"Kalau ingin belajar dari koperasi yang sudah berjalan baik, tidak perlu jauh-jauh. Di Gunung Mas sendiri sudah ada contohnya," tukas Supervisi Budi. (RISKA/J)
Sejumlah Koperasi di Gunung Mas Tunjukkan Keberhasilan Pengelolaan Ekonomi
Bagikan:

KUALA KURUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Yusril: Kebijakan Publik Harus Berorientasi Kepentingan Masyarakat
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Komentar (0)
Memuat komentar…







