BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan sektor swasta. Pengelola Hutan Kemasyarakatan atau HKm Masoraian, Gusti Samudera, menilai kegiatan “Sekolah Alam” menjadi salah satu cara efektif membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian alam.
Kegiatan tersebut diikuti siswa dan guru STP (Sekolah Tahfidz Plus) Khoiru Ummah di kawasan HKm Masoraian, Danau Masoraian pada Selasa, 21 April 2026. Mengusung tema “Belajar di Alam Membuktikan Keagungan Allah Sang Pencipta”, kegiatan ini menggabungkan pembelajaran lingkungan, sejarah, dan nilai spiritual dalam satu rangkaian.
Gusti Samudera menjelaskan, kawasan HKm Masoraian mengusung semangat “Merawat warisan leluhur, menjaga kelestarian alam.” Ia menegaskan, menjaga alam bukan sekadar melindungi, tetapi juga memastikan nilai sejarah dan manfaatnya dapat dipahami generasi mendatang.
“Kami meminta siswa menggambar dan menuliskan hal menarik yang mereka temui. Hasilnya sangat menyentuh, karena mereka mampu menggambarkan pentingnya menjaga hutan dengan kejujuran yang lahir dari hati mereka,” kata Gusti dalam rilis SSMS pada Kamis, 23 April 2026.
Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan oleh pengelola dan pihak sekolah, dilanjutkan dengan murojaah, pengenalan kawasan HKm Masoraian, hingga edukasi tentang hutan, gambut, satwa, serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala STP Khoiru Ummah Pangkalan Bun, Mukhlis Syuaib, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak siswa memahami “ayat-ayat tersirat” melalui alam sekaligus menumbuhkan tanggung jawab terhadap lingkungan. Menurutnya, Masoraian menjadi contoh nyata perpaduan antara jejak sejarah dan kekayaan alam yang tetap terjaga. (TESTI PRISCILLA/y)









