BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, memberikan instruksi tegas kepada seluruh pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayahnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan usaha, terutama terkait akurasi alat ukur demi kepentingan masyarakat luas.
Ia menegaskan bahwa kejujuran dalam perdagangan merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap para pelaku usaha di Kota Cantik.
"Kami meminta kepada seluruh pengelola SPBU agar senantiasa menjaga transparansi takaran dan rutin lakukan tera ulang," katanya, Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya Integritas bisnis tidak hanya soal keuntungan semata, tetapi juga mengenai tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan yang jujur dan adil kepada setiap konsumen yang datang.
Samsul Rizal juga mengingatkan agar para pelaku usaha tidak melakukan tindakan-tindakan manipulatif yang dapat merugikan pelanggan.
Menurutnya, pemeliharaan rutin dan pengawasan mandiri terhadap mesin pompa harus menjadi prioritas pengelola sebelum petugas dari dinas terkait melakukan pemeriksaan berkala secara resmi.
Dengan adanya komitmen yang kuat dari sisi pengelola, diharapkan iklim perdagangan di Kota Palangka Raya menjadi lebih sehat, transparan, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi konsumen. (HENDRI/y)
Pengelola SPBU Diminta Jaga Integritas dan Transparansi Takaran BBM
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







