BORNEONEWS, Palangka Raya - Lilis Lamiang merupakan salah satu warisan budaya benda yang paling ikonik dan bernilai tinggi dari masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Lebih dari sekadar aksesori atau perhiasan biasa, manik-manik ini menyimpan nilai historis, spiritual, dan status sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad.
Lilis Lamiang menjadi benang merah yang menghubungkan generasi masa kini dengan akar sejarah leluhur.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, menjelaskan karakteristik fisik yang membedakan Lilis Lamiang dengan jenis manik lainnya.
"Secara tradisional, benda ini berbentuk silinder panjang atau oktagonal (segi delapan) dengan warna yang sangat khas, yaitu merah bata atau merah tua yang mendominasi," katanya, Kamis, 23 April 2026.
Dari segi material, Lamiang asli umumnya terbuat dari batu alam seperti kalsedon atau agata. Namun, seiring perkembangan zaman, kini terdapat pula jenis yang terbuat dari resin atau kaca berkualitas tinggi.
Warna merah pada Lamiang sendiri memiliki makna filosofis yang dalam, melambangkan keberanian, kehidupan, dan semangat masyarakat Dayak dalam menjalani berbagai tantangan hidup.
Bagi masyarakat adat, Lilis Lamiang memiliki fungsi yang berlapis dan sangat vital. Di masa lampau, kepemilikan Lamiang asli dalam jumlah banyak menjadi simbol status ekonomi dan derajat sosial seseorang di dalam komunitas.
Selain itu, benda ini juga sering dijadikan bagian dari mahar atau syarat upacara adat pernikahan, serta berfungsi sebagai alat tukar yang setara dengan aset berharga seperti emas, hewan ternak, hingga tanah.
Saat ini, Lilis Lamiang telah mengalami transformasi menjadi identitas visual Kalimantan Tengah yang modern dan kekinian.
Tidak hanya digunakan dalam upacara adat, manik-manik ini kini juga dirangkai menjadi berbagai aksesori kontemporer seperti kalung, gelang, dan anting yang cocok dipadukan dengan gaya busana harian maupun formal.
Keunikan bentuk dan nilai filosofis yang kuat juga menjadikan Lilis Lamiang sebagai salah satu buah tangan atau souvenir wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke Palangka Raya dan wilayah Kalimantan Tengah lainnya.
"Dengan demikian, warisan leluhur ini terus lestari dan dikenal luas oleh generasi muda maupun masyarakat umum," pungkasnya. (PATHUR/H)









