PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universiti Teknologi MARA atau UiTM melalui kerja sama internasional dengan Universitas Sumatera Utara atau USU berpartisipasi dalam Program Pengembangan Masyarakat Internasional yang berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan dan keberlanjutan lingkungan di Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Program ini didukung melalui skema Program Equity yang didanai oleh LPDP Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) internasional bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Keberlanjutan Lingkungan Berbasis Ketahanan Menuju Desa Mandiri dan Produktif.” Program ini melibatkan akademisi, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga desa untuk membahas strategi pembangunan pedesaan berkelanjutan yang berbasis potensi lokal, kesadaran lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi ini menunjukkan semakin kuatnya kemitraan akademik antara UiTM dan USU dalam mendorong pengembangan berbasis masyarakat di tingkat internasional. Kegiatan turut dihadiri perwakilan pemerintah daerah, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, organisasi perangkat daerah, aparat desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang aktif mengikuti diskusi.

UiTM diwakili oleh Associate Professor Dr. Seca Gandaseca, sementara kerja sama internasional ini juga melibatkan Universiti Putra Malaysia. Program dipimpin oleh Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D. dari USU sebagai ketua tim pengabdian kepada masyarakat. Tim USU terdiri dari Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP; Dr. Ir. Bejo Slamet, S.Hut., M.Si., IPM; Ir. Yusak Maryunianta, MP; serta Nur Ulina Warnisyah Sebayang, M.Agr. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dan alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian USU sebagai bentuk komitmen akademik berbasis pemberdayaan masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Prof Seca Gandaseca menegaskan bahwa Desa Habeahan memiliki potensi alam dan sosial ekonomi yang besar untuk dikembangkan secara strategis melalui pendekatan berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Menurutnya, desa tersebut memiliki peluang kuat di sektor pertanian, pengelolaan lingkungan, pengembangan komoditas lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Desa Habeahan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai model pembangunan desa berkelanjutan. Namun, diperlukan dukungan berkelanjutan, kolaborasi strategis, serta penguatan kapasitas agar desa ini mampu menjadi komunitas yang mandiri, produktif, dan tangguh, serta dapat menjadi percontohan bagi wilayah pedesaan lainnya,” ujarnya dalam rilis yang diterima Borneonews pada Kamis, 23 April 2026.

FGD ini juga membahas sejumlah isu strategis, seperti ketahanan lingkungan, pertanian berkelanjutan, pengembangan pertanian organik, ekonomi berbasis desa, serta optimalisasi sumber daya lokal untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Para peserta turut menyampaikan aspirasi dan rekomendasi praktis guna memperkuat sistem kelembagaan lokal sekaligus mendorong praktik pembangunan yang ramah lingkungan.

"Inisiatif kolaboratif ini mencerminkan komitmen UiTM dalam memperluas kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat berkelanjutan melalui diplomasi akademik dan kemitraan lintas negara," katanya.

Sementara itu Ketua Tim, Prof Rahmawaty menuturkan bahwa program ini juga menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung agenda keberlanjutan global dan ketahanan masyarakat melalui kolaborasi internasional yang berdampak nyata.

"Melalui kemitraan ini, UiTM dan USU diharapkan dapat terus mengembangkan kerja sama di bidang penelitian, pengembangan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta program peningkatan kapasitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan pembangunan daerah," kata Prof Rahmawaty. (TESTI PRISCILLA/H)