TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Proses seleksi calon anggota Komponen Cadangan (Komcad) Tahun 2026 di Kabupaten Barito Timur terus mengerucut. Dari total 58 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendaftar, sebanyak 48 orang telah mengikuti tahapan tes kesehatan dan jasmani.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Barito Timur, Yusia Simson Kameng, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian seleksi berjalan sesuai jadwal dan prosedur yang telah ditetapkan.

“Kemarin sebanyak 48 peserta mengikuti tes kesehatan di Puskesmas Tamiang Layang, kemudian dilanjutkan dengan tes fisik pada sore harinya. Semua tahapan berlangsung tertib dan lancar,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Yusia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan sejak pagi hingga siang hari dengan melibatkan tenaga medis, guna memastikan kondisi fisik peserta memenuhi syarat. Setelah itu, peserta menjalani uji ketahanan jasmani sebagai bagian penting dalam seleksi Komcad.

Menurutnya, proses seleksi ini tidak hanya melibatkan unsur pemerintah daerah, tetapi juga didukung berbagai instansi terkait. 

“Panitia terdiri dari unsur Koramil, Polres, Batalyon 924/Uria Mapas, Satpol PP, BKPSDM, Bagian Pemerintahan Setda, serta tenaga kesehatan. Ini menunjukkan bahwa seleksi dilakukan secara kolaboratif dan profesional,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa dari 58 pendaftar awal, hanya 30 orang yang akan dipilih untuk melanjutkan ke tahap seleksi tingkat provinsi di Palangka Raya.

“Hari ini tim akan melakukan penilaian akhir untuk menentukan 30 peserta terbaik yang dinyatakan lolos di tingkat kabupaten,” katanya.

Yusia menambahkan, tingginya minat ASN untuk mengikuti program Komcad menjadi indikator meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya bela negara.

“Kami berharap peserta yang terpilih nantinya benar-benar siap menjalankan peran sebagai Komponen Cadangan dalam mendukung sistem pertahanan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, pendaftaran calon Komcad telah dibuka pada Selasa, 21 April 2026 di Bagian Pemerintahan Setda Barito Timur. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara melalui pelibatan sumber daya manusia, khususnya ASN yang memenuhi kriteria. (AGUSTINUS BOLE MALO)