PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan literasi pasar modal syariah sebagai langkah strategis dalam memperluas inklusi keuangan yang berkelanjutan di masyarakat.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menegaskan bahwa pemahaman masyarakat terhadap instrumen keuangan syariah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan terpercaya.

Menurutnya, peningkatan literasi tidak hanya bertujuan memperkenalkan produk pasar modal syariah, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan untuk mengenali risiko, termasuk maraknya penipuan investasi di era digital.

“OJK terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap instrumen pasar modal syariah, sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan investasi di era digital,” ujar Primandanu dalam rilisnya pada Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan, masyarakat harus lebih selektif dalam memilih produk dan layanan keuangan dengan memastikan legalitasnya. Hal ini penting agar terhindar dari potensi kerugian akibat investasi ilegal yang kerap menawarkan imbal hasil tidak wajar.

“Masyarakat perlu memastikan bahwa setiap produk dan layanan keuangan yang digunakan telah berizin dan sesuai ketentuan, agar terhindar dari risiko kerugian,” tandasnya. (TESTI PRISCILLA/j)