PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam praktik sehari-hari dinilai semakin konkret dirasakan oleh peserta pelatihan auditor Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang digelar PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS Group).

Salah satu peserta dari tim lapangan, Dewi Sri Rahayu, menyebutkan bahwa pelatihan tersebut membantu memperkuat perspektif auditor dalam melihat keterkaitan antara kepatuhan ISPO dan dampak nyata di lapangan.

“Sekarang kami tidak hanya melihat dari sisi checklist audit, tetapi juga memahami bagaimana setiap indikator berkontribusi terhadap aspek lingkungan dan sosial. Ini membuat proses audit menjadi lebih bermakna,” ungkapnya dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan studi kasus yang mengangkat berbagai tantangan implementasi ESG di sektor kelapa sawit. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak untuk lebih memahami kondisi riil di lapangan sekaligus mencari solusi yang aplikatif.

Direktur Sustainability SSMS, Henky W Satrio, menegaskan bahwa penguatan kapasitas auditor menjadi bagian penting dalam memastikan ESG tidak hanya berhenti pada tataran kebijakan.

Menurutnya, auditor internal memiliki peran strategis dalam menjembatani standar dengan praktik di lapangan, sehingga setiap proses operasional benar-benar memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)