PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai secara konkret melalui aksi penanaman pohon di kawasan embung Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekologi berbasis desa.

Aksi hijau tersebut melibatkan kolaborasi multipihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, mitra internasional hingga masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan diwakili Staf Ahli Bupati, Parman L. Gaol, hadir bersama unsur BPBD dan dinas terkait. Turut pula Camat Lintong Nihuta Ronald Nababan, Kepala Desa Habeahan Rusman Sihombing, serta tokoh masyarakat dan warga.

Dari kalangan akademisi, kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D. dari Universitas Sumatera Utara bersama mitra internasional, yakni Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd. Hasmadi Ismail dari Universiti Putra Malaysia serta Assoc. Prof. Dr. Seca Gandaseca dari Universiti Teknologi MARA. Kolaborasi lintas negara ini dinilai memperkuat sinergi pembangunan desa berbasis keberlanjutan.

Penanaman pohon difokuskan di sekitar embung desa yang memiliki fungsi strategis sebagai kawasan konservasi air, ruang terbuka hijau, hingga potensi pengembangan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Selain meningkatkan tutupan vegetasi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi warga untuk membangun kesadaran menjaga keseimbangan ekosistem.

Prof Rahmawaty menegaskan, momentum Hari Bumi harus dimaknai sebagai upaya kolektif dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

"Ketahanan desa tidak hanya ditentukan aspek ekonomi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan," katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 23 April 2026

Pandangan serupa disampaikan Mohd. Hasmadi Ismail yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang adaptif. Sementara Seca Gandaseca menyoroti pentingnya rehabilitasi kawasan hijau di sekitar sumber air guna menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, Desa Habeahan diharapkan mampu menjadi contoh desa yang berhasil mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pembangunan berkelanjutan. Semangat Hari Bumi pun ditegaskan sebagai pengingat bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat desa melalui aksi nyata dan kolaborasi bersama. (TESTI PRISCILLA/j)