SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berupaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Upaya itu melalui sejumlah program peningkatan layanan kesehatan.  

Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan kasus angka kematian bayi mengalami peningkatan dari tahun 2024 ke 2025. 

"Data terbaru menunjukkan peningkatan kasus kematian bayi dari 62 kasus pada tahun 2024 menjadi 68 kasus pada tahun 2025," sebutnya, Kamis, 23 April 2026.

Ia mengungkapkan kematian bayi disebabkan oleh asfiksia, gangguan pernapasan akut, kelahiran prematur, dan diare.

Sementara itu, angka kematian ibu relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyebab utama yang masih didominasi oleh perdarahan dan komplikasi penyakit tidak menular.

Lebih lanjut ia mengungkapkan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi tersebut, Dinas Kesehatan Kotim menyiapkan berbagai intervensi strategis. 

“Kami telah menyediakan rumah tunggu kelahiran dan meningkatkan kualitas layanan bagi ibu hamil. Selain itu, alat kesehatan seperti pemeriksaan hemoglobin dan USG di puskesmas semakin diperbanyak untuk mendukung pelayanan yang lebih optimal,” paparnya.

Umar menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilan serta memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinan menjadi kunci keberhasilan program penurunan angka kematian ibu dan bayi. 

“Kami berharap pada tahun 2026, angka kematian ibu dan bayi dapat menurun seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kehamilan dan bersalin di fasilitas kesehatan,” harapnya.

Selain masalah kematian ibu dan bayi, isu stunting juga menjadi perhatian karena menunjukkan peningkatan dari 19,61 persen pada 2024 menjadi 20,17 persen pada 2025.

“Kenaikan angka stunting ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh semakin baiknya pendataan balita di posyandu sehingga kasus terdeteksi lebih akurat,” jelas Umar.

Dinas Kesehatan Kotim tetap berkomitmen melakukan upaya terintegrasi untuk memperbaiki status kesehatan ibu dan anak, dengan harapan mampu menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Kotawaringin Timur. (DEVIANA/j)