BORNEONEWS, Banjarmasin - Aksi melawan arus oleh sejumlah sopir saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) di SPBU wilayah Banjarmasin Selatan kian marak dan menjadi keluhan utama masyarakat.
Perilaku ini umumnya dilakukan oleh sopir angkutan dan truk yang tidak sabar menunggu antrean panjang, sehingga memilih mengambil jalur berlawanan demi mempercepat proses pengisian BBM.
Akibatnya, kondisi lalu lintas di sekitar SPBU menjadi semrawut. Kendaraan dari dua arah saling berhadapan, memicu kemacetan panjang dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada jam-jam sibuk.
Tak jarang, aksi saling serobot antrean ini juga memicu adu mulut antar pengendara. Situasi di lapangan bahkan bisa berubah tegang ketika pengemudi yang tertib merasa dirugikan oleh mereka yang melanggar aturan.
Laporan masyarakat terkait kejadian ini pun terus bermunculan. Warga mengaku khawatir dengan potensi kecelakaan, terlebih di ruas jalan sempit yang tidak mampu menampung kendaraan dari dua arah sekaligus.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, mengimbau para sopir untuk tetap tertib dan tidak melawan arus saat mengantre di SPBU.
“Kami minta kepada para sopir untuk tertib dan bersabar mengantre sesuai jalur yang sudah ditentukan pihak SPBU. Melawan arus bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tapi juga membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya, Kamis, 23 April 2026.
Pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli serta melakukan penertiban di titik-titik rawan antrean BBM. Selain itu, masyarakat diminta ikut berperan aktif melaporkan pelanggaran guna menjaga keselamatan bersama di jalan raya. (SABRIANOOR/J)









