PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI) menggelar kegiatan penguatan UMKM berbasis sawit di Jakarta Pusat.

Kegiatan bertema “Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit” ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Ketua Umum DPP LPM RI sekaligus anggota DPR, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan bahwa dinamika global yang berpotensi memicu krisis perlu diantisipasi melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat, terutama di tingkat desa. Menurutnya, LPM memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengatasi persoalan masyarakat melalui pemetaan tantangan dari level desa.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi, harus didukung sinergi multipihak. Kolaborasi dengan BPDP dinilai membuka peluang besar dalam mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit.

"Upaya tersebut dilakukan melalui program strategis mulai dari hulu hingga hilir, termasuk peremajaan sawit, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap UMKM dan koperasi," kata Helmi dalam rilisnya pada Kamis, 23 April 2026.

Helmi juga mengungkapkan BPDP membuka peluang bagi generasi muda melalui program beasiswa di bidang kelapa sawit serta pelatihan peningkatan kompetensi bagi para pekebun dan pelaku usaha. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor perkebunan secara berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi publik, hadir Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, serta pelaku UMKM, Rara Sarini. Bagus menekankan pentingnya transformasi UMKM melalui inovasi, riset, dan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan pelaku usaha yang adaptif.

Sementara itu, Rara Sarini mengajak masyarakat untuk aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan mengembangkan UMKM berbasis potensi lokal, termasuk komoditas perkebunan. Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. (TESTI PRISCILLA/j)