SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus berkomitmen memperbaiki layanan kesehatan masyarakat lewat pembangunan baru serta peningkatan kualitas bangunan sejumlah puskesmas pada tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa ada empat unit fasilitas kesehatan yang mendapatkan perhatian khusus dalam program ini.

“Tahun 2025 merupakan tahun paling banyak kita melakukan pembangunan fisik karena ada 4 Puskesmas baru yang dibangun," katanya, Kamis, 23 April 2026.

Itu ia ungkapkan saat peresmian Puskesmas Mentaya Seberang Kecamatan Seranau. Ia menyebutkan ada empat gedung Puskesmas yang saat ini ditingkatkan yaitu Puskesmas Mentaya Seberang, Puskesmas Parenggean 1, Puskesmas Parenggean 2, serta pembangunan Puskesmas Tumbang Kalang di Desa Gunung Makmur. 

Menurutnya, puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan yang harus terus disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan warga agar layanan yang diberikan semakin optimal dan tepat sasaran.

“Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan yang harus terus dikembangkan sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan penduduk,” tegasnya.

Sebelumnya, tercatat sudah ada 21 puskesmas yang beroperasi dan tersebar di 17 kecamatan se-Kotawaringin Timur. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya berstatus puskesmas perawatan dan 12 lainnya merupakan puskesmas non-perawatan.

Umar menjelaskan, meski tidak memiliki fasilitas rawat inap, puskesmas jenis kedua tetap menyediakan layanan dasar yang sangat penting bagi masyarakat.

“Puskesmas non perawatan tetap menyediakan layanan one day care, khususnya bagi ibu bersalin sebagai bentuk antisipasi sebelum dirujuk atau dipulangkan,” jelasnya.

Dengan selesainya pembangunan Puskesmas Tumbang Kalang, maka jumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama di daerah ini bertambah menjadi 22 unit. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan akan terus dilakukan, terutama di wilayah yang penduduknya padat maupun daerah yang akses jalannya masih sulit.

“Langkah ini untuk mendekatkan dan mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya. (DEVIANA/j)