KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Inovasi pengelolaan sampah berbasis pondok pesantren ditunjukkan Pondok Pesantren Noorhidayah Darussalam Palingkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung, yang berhasil mengubah limbah menjadi peluang ekonomi sekaligus solusi lingkungan.

Terobosan ini mendapat perhatian langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Achmad Farichin, saat melakukan peninjauan bersama jajaran dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Kapuas, Kamis, 23 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat fasilitas tungku pembakaran sampah berkapasitas awal sekitar 300 kilogram dalam sekali proses. Sistem ini dirancang untuk mengurangi volume sampah secara signifikan, sekaligus menjadi bagian dari edukasi pengelolaan limbah di lingkungan pesantren.

Tak hanya melayani kebutuhan internal, pondok pesantren juga membuka layanan bagi masyarakat sekitar. Warga dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan sistem penjemputan sampah langsung dari rumah, dengan biaya yang relatif terjangkau.

Kakankemenag Kapuas, Achmad Farichin, mengapresiasi langkah inovatif tersebut dan mendorong pengembangan lebih lanjut, terutama peningkatan kapasitas tungku hingga minimal 1 ton per siklus pembakaran.

“Ini merupakan langkah yang sangat baik. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, inovasi ini juga bisa menjadi peluang bagi pondok pesantren untuk lebih mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Pondok Pesantren Noorhidayah Darussalam menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan keagamaan mampu berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi contoh bagi pesantren lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. (SABRIANOOR/j)