PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di kawasan Embung Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekologi desa.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi multipihak yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, mitra internasional, serta masyarakat desa. Bupati Humbang Hasundutan yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Parman L. Gaol, turut hadir bersama unsur BPBD dan dinas terkait, Camat Lintong Nihuta Ronald Nababan, Kepala Desa Habeahan Rusman Sihombing, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Desa Habeahan.

Dari kalangan akademisi, kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D. dari Universitas Sumatera Utara bersama mitra internasional, yakni Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd. Hasmadi Ismail dari Universiti Putra Malaysia serta Assoc. Prof. Dr. Seca Gandaseca dari Universiti Teknologi MARA. Kehadiran kolaborasi akademik lintas negara ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pembangunan desa berbasis keberlanjutan lingkungan.

"Penanaman pohon dilakukan di area sekitar embung desa yang memiliki potensi strategis sebagai kawasan konservasi air, ruang terbuka hijau, serta pusat pengembangan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan tutupan vegetasi dan kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi upaya edukatif dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem desa.

Prof Rahmawaty menyampaikan bahwa peringatan Hari Bumi harus dimaknai sebagai momentum kolektif untuk memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan. Menurutnya, penguatan ketahanan desa tidak hanya bergantung pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam menjaga sumber daya alam secara berkelanjutan.

Senada dengan itu, Prof Hasmadi Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang adaptif dan berorientasi jangka panjang.

Sementara itu, Prof. Seca Gandaseca menyoroti bahwa rehabilitasi kawasan hijau di sekitar sumber air seperti embung memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan keberlanjutan kehidupan masyarakat desa.

Melalui kegiatan penanaman pohon ini, Desa Habeahan diharapkan dapat menjadi contoh desa yang mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Semangat Hari Bumi yang diusung dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga bumi dimulai dari langkah kecil di tingkat desa, melalui aksi nyata, kolaborasi, dan kepedulian bersama terhadap lingkungan hidup. (TESTI PRISCILLA/y)