BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan prioritas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan layanan darurat, guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah antrean panjang di SPBU.
"Kami akan konsultasi dengan bupati terkait kendaraan operasional dinas yang kesulitan mendapatkan BBM, khususnya Dexlite akibat antrean panjang," kata Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim Muslih, Jumat, 24 April 2026.
Pemkab berharap SPBU dapat memberikan prioritas bagi kendaraan yang bersifat darurat, seperti mobil pemadam kebakaran, ambulans, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kendaraan dinas lain yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Menurut Muslih, kondisi antrean yang sempat terjadi beberapa waktu lalu cukup berdampak pada operasional kendaraan dinas.
Bahkan, sejumlah kendaraan terpaksa mencari alternatif pengisian BBM di luar SPBU demi tetap bisa menjalankan tugas.
Untuk itu, pihaknya mendorong agar SPBU menyediakan jalur bagi kendaraan darurat, sehingga tidak mengganggu antrean masyarakat umum, sekaligus memastikan layanan publik tetap berjalan lancar. (DEWI PATMALASARI/y)









