PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pameran Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 Palembang resmi dibuka di PSCC Icon Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pelaku usaha, investor, dan masyarakat untuk menjajaki berbagai peluang bisnis lintas sektor.

Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Palembang mencerminkan semangat dunia usaha untuk terus berkembang dan berinovasi di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Pameran ini menghadirkan beragam konsep bisnis yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kewirausahaan di daerah.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutan dan keynote speech-nya, ia menegaskan bahwa IFBC menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi bisnis sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas bagi masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri. Ia berharap penyelenggaraan IFBC 2026 dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi. UMKM dan usaha yang hadir hari ini memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional,” ujarnya seperti dalam rilis BPDP pada Jumat, 24 April 2026.

Dalam pameran ini, Badan Pengelola Dana Perkebunan sebagai Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan turut berpartisipasi melalui booth interaktif yang menghadirkan edukasi dan promosi mengenai kebaikan sawit. Kehadiran BPDP menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh potensi industri sawit.

Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengajak masyarakat melihat kelapa sawit tidak hanya sebagai minyak goreng, tetapi juga sebagai sumber berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi. Mulai dari produk skincare, bodycare hingga kuliner berbasis sawit diperkenalkan dalam pameran tersebut.

“Pengunjung dapat menemukan berbagai produk turunan sawit seperti sabun, lilin ramah lingkungan, hingga inovasi UMKM seperti tas dari lidi sawit, wadah sabun dari cangkang sawit, sandal dari lidi sawit, sampai helm berbahan limbah sawit. Dengan melihat langsung, diharapkan masyarakat terinspirasi mengembangkan wirausaha berbasis turunan sawit,” ungkap Helmi.

Partisipasi BPDP ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi publik mengenai potensi besar industri sawit yang tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis inovasi dan keberlanjutan bagi UMKM.

Dengan semangat “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 Palembang diharapkan tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi besar sawit sebagai komoditas unggulan Indonesia yang inovatif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/y)