SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Insiden penembakan terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Dua pekerja perkebunan dilaporkan mengalami luka akibat serangan yang diduga dilakukan oleh kelompok garong sawit.

Camat Mentaya Hulu, Edison, mengungkapkan bahwa korban merupakan seorang mandor dan seorang operator yang saat itu tengah mengangkut buah sawit di area perusahaan.

"Satu Mandor dan satu operator ini sedang mengumpulkan atau melangsir buah. Buah itu memang bekas garongan orang itu dilangsir oleh PT Task. Jadi bukan security korbannya," ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan, lokasi kejadian berada di area perkebunan PT TASK yang terpisah, tepatnya di seberang jalan menuju arah Desa Bawan. Diduga, kelompok pelaku berusaha merebut kembali buah sawit tersebut sehingga terjadi percekcokan yang berujung penembakan.

"Diduga pelaku adalah komplotan garong yang sebelumnya pernah tertangkap. Mereka kemungkinan ingin merebut kembali hasil curian tersebut," tambahnya.

Edison tidak dapat memastikan jumlah pelaku tersebut. Mereka disebut datang melalui jalur sungai menggunakan perahu ces. Dalam kejadian itu dua unit perahu berhasil diamankan, namun para pelaku masih melarikan diri dan kini dalam pencarian.

Edison menambahkan, kedua korban mengalami luka di bagian tangan dan telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi mereka dilaporkan tidak dalam keadaan serius.

"Korban hanya mengalami luka di tangan dan sudah ditangani secara medis," katanya.

Atas kejadian ini, pihak kecamatan mengimbau perusahaan agar meningkatkan komunikasi dan hubungan dengan masyarakat sekitar guna menciptakan keamanan bersama.

"Kami mengimbau perusahaan agar lebih dekat dengan masyarakat, sehingga bisa saling menjaga dan mencegah kejadian serupa," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)