PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Ketua I DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Rudi Imam Gunawan, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tetap bekerja optimal meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Menurut Rudi Imam Gunawan, komitmen kerja menjadi hal utama dalam menjalankan roda pemerintahan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Walaupun anggaran terbatas, OPD harus tetap maksimal bekerja. Komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan itu yang paling penting,” kata Rudi Imam Gunawan, Jumat, 24 April 2026.

Rudi Imam Gunawan mengatakan, kondisi keterbatasan anggaran harus disikapi dengan langkah yang tepat. Setiap OPD diminta mampu mencari cara baru agar program-program prioritas tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan. Harus ada inovasi, harus ada strategi baru supaya program tetap terlaksana secara efektif dan efisien,” jelas Rudi Imam Gunawan.

Menurut Rudi Imam Gunawan, kemampuan beradaptasi menjadi kunci sukses bagi perangkat daerah di tengah situasi yang terus berubah. Dengan penyesuaian strategi, pelaksanaan program diyakini tetap dapat berjalan sesuai target.

“Adaptasi itu penting. Kalau situasi berubah, maka cara kerja juga harus menyesuaikan agar hasilnya tetap maksimal,” jelas Rudi Imam Gunawan.

Rudi Imam Gunawan juga menyoroti Dinas Pariwisata Kobar agar tetap aktif menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Ia menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga target kunjungan wisata tahun 2026 harus dikejar dengan langkah-langkah terukur.

“Promosi destinasi harus diperkuat, kualitas tempat wisata juga harus ditingkatkan. Ini penting supaya wisatawan tertarik datang ke Kabupaten Kobar,” jelas Rudi Imam Gunawan.

Selain itu, Rudi Imam Gunawan meminta adanya evaluasi terhadap berbagai kendala di lapangan yang dihadapi wisatawan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran.

“Kita harus tahu apa kendala wisatawan saat datang ke daerah ini, baik wisatawan domestik maupun luar negeri. Sehingga nanti bisa disusun kebijakan yang benar-benar sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)