PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya percepatan penanganan kerusakan jalan nasional di wilayah Katingan Hulu mulai menemukan titik terang. Aspirasi masyarakat yang sebelumnya mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah kini telah ditindaklanjuti melalui audiensi yang melibatkan berbagai pihak terkait.

Pertemuan yang digelar di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Kalteng ini dihadiri oleh perwakilan Pemprov Kalteng, DPRD Kalteng, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), serta perwakilan warga.

Forum ini menjadi wadah untuk menyatukan pemahaman sekaligus memperjelas langkah teknis yang akan dilakukan.

Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut pihaknya telah mendengar langsung keluhan masyarakat, sementara BPJN juga memberikan penjelasan rinci terkait rencana penanganannya.

Dalam diskusi terungkap bahwa kerusakan jalan di sejumlah titik dinilai cukup parah, bahkan menyerupai kubangan, terutama pada ruas dengan kontur tanah rendah.

"Kondisi ini tentu sangat menghambat mobilitas warga serta berdampak langsung pada kelancaran distribusi logistik di kawasan tersebut," ungkap Arton, Jumat, 24 April 2026.

Selain perbaikan permukaan jalan, tantangan geografis juga menjadi perhatian serius. Sejumlah ruas diketahui melintasi aliran sungai kecil, sehingga pembangunan atau perbaikan gorong-gorong dinilai sangat diperlukan sebagai solusi teknis untuk menjaga ketahanan jalan agar tidak mudah rusak kembali.

Arton berharap seluruh kendala yang telah dipaparkan dapat segera diatasi, sehingga proses perbaikan bisa berjalan tanpa hambatan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Mudah-mudahan prosesnya berjalan lancar dan penanganan bisa segera dilakukan dalam waktu dekat," ujarnya.

Lebih jauh, Arton menekankan pentingnya komunikasi yang konstruktif. Menurutnya, penyampaian aspirasi melalui forum dialog terbukti jauh lebih efektif dibandingkan aksi di lapangan, karena memungkinkan pembahasan yang lebih terarah dan solutif.

"Audiensi seperti ini memberikan ruang bagi semua pihak untuk saling memahami dan mencari solusi terbaik," tuturnya.

DPRD pun mengapresiasi sikap masyarakat Katingan Hulu yang memilih jalur dialog, sehingga suasana tetap kondusif dan proses penyelesaian masalah dapat berjalan lebih cepat. (PATHUR/H)