BORNEONEWS, Sampit – Warga Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dikejutkan dengan kemunculan seekor lutung abu-abu yang ditemukan dalam kondisi terluka diduga akibat tersengat listrik di area permukiman padat, Kamis, 23 April 2026.
"Awalnya warga melihat lutung sudah berada di bawah seperti terjatuh. Diduga tersetrum karena di lokasi banyak kabel dan minim pepohonan," kata Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kotim Putri Arfi, Jumat, 24 April 2026.
Satwa liar tersebut pertama kali ditemukan di Jalan Usman Harun I sekitar pukul 17.10 WIB oleh seorang warga bernama Wahyu. Saat ditemukan, lutung betina dewasa itu terlihat lemah dan mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Warga yang menemukan lutung tersebut kemudian melaporkannya ke petugas. Lutung tersebut langsung diamankan oleh Damkar untuk mencegah risiko lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.
Informasi itu kemudian diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit. Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menyebut pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut.
"Satwa diamankan di Mako Damkar, lalu kami lakukan penanganan lebih lanjut," kata Muriansyah.
Ia mengaku belum mengetahui pasti asal-usul lutung tersebut bisa masuk ke kawasan permukiman. Namun, besar kemungkinan satwa itu merupakan hewan liar yang tersesat.
"Kami duga ini satwa liar yang masuk ke kota. Kalau lutung, belum pernah ada laporan sebelumnya di kawasan ini," tambahnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan luka pada bagian tangan kiri, kaki kanan, dan alis kiri. Meski demikian, kondisi satwa dinilai mulai membaik dan cukup aktif bergerak.
Berdasarkan hasil observasi tersebut, petugas memutuskan lutung dalam kondisi layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Hari ini, sekitar pukul 10.15 WIB, lutung tersebut kemudian dibawa ke kawasan hutan di tepi Sungai Mentaya untuk dilepasliarkan.
Saat kandang dibuka, satwa tersebut langsung keluar dan memanjat pohon di sekitarnya, menandai proses pelepasliaran berjalan sukses.
BKSDA mengapresiasi kepedulian warga yang cepat melaporkan kejadian tersebut, sehingga satwa dapat segera ditangani dan dikembalikan ke habitat alaminya dengan aman. (DEWI PATMALASARI/j)









