TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, menggelar skrining Tuberkulosis (TB) dan HIV bagi ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat, 24 April 2026. 

Kegiatan yang berlangsung di klinik Rutan ini menyasar sebanyak 270 WBP dan 15 pegawai. Skrining dilakukan sebagai tindak lanjut surat Dinas Kesehatan Barito Timur terkait pelaksanaan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) di lingkungan pemasyarakatan, yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit infeksi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, Teddy Taroreh, yang hadir bersama 13 tenaga medis, menegaskan pentingnya deteksi dini dalam memutus rantai penularan.

“Skrining ini menjadi langkah strategis untuk menemukan kasus secara cepat, sehingga penanganan bisa segera dilakukan dan risiko penyebaran dapat ditekan,” ujarnya.

Rangkaian pemeriksaan diawali dengan identifikasi gejala TB dan HIV, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah serta dahak untuk pemeriksaan lanjutan. Kepala Puskesmas Tamiang Layang, Dandang Suseno, menyebut metode ini merupakan standar dalam memastikan akurasi diagnosis.

“Kami ingin memastikan setiap potensi kasus terdeteksi secara komprehensif, tidak hanya berdasarkan gejala awal,” katanya.

Selain skrining penyakit menular, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pegawai dan warga binaan. Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan menyeluruh dalam menjaga kesehatan lingkungan rutan, baik dari sisi hunian maupun tempat kerja.

Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia menilai sinergi antara Rutan, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat. 

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama dalam melindungi kesehatan warga binaan dan petugas,” ucapnya.

Agung juga berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya preventif seperti skrining rutin sangat penting untuk memastikan kondisi rutan tetap aman dari ancaman penyakit menular. 

“Kami ingin menjadikan Rutan sebagai lingkungan yang tidak hanya aman secara keamanan, tetapi juga sehat secara medis,” tandasnya.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam setiap tahapan pemeriksaan. Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan di kalangan warga binaan maupun petugas, sekaligus menjadi indikator keberhasilan pendekatan edukatif yang selama ini dilakukan pihak Rutan bersama tenaga kesehatan. (AGUSTINUS BOLE MALO/J)