BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-8 di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan IPEMI Kobar diterima langsung oleh Menteri P2MI, Mukhtarudin, Kamis, 23 April 2024.
Ketua IPEMI Kobar, Hj Ritawati, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam menjalin kerja sama penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, sekaligus upaya menekan angka pengangguran terbuka di wilayah Kobar.
Ia menjelaskan, melalui kerja sama tersebut, IPEMI Kobar diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan pelatihan dan pembinaan kepada calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke luar negeri.
“Alhamdulillah kami melakukan pertemuan dengan Pak Menteri P2MI. Dalam pertemuan tersebut, Pak Mukhtarudin berharap agar IPEMI Kobar membuka usaha penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, dengan terlebih dahulu memberikan pelatihan dan keterampilan sesuai kebutuhan pekerjaan di luar negeri,” ujar Hj Ritawati.
Menurutnya, pembekalan keterampilan menjadi hal penting agar para pekerja migran asal Kobar memiliki kesiapan kerja yang baik dan mampu meminimalisir kendala saat berada di negara tujuan.
“Dengan adanya keterampilan yang telah diterima, maka tenaga kerja yang diberangkatkan benar-benar siap. Sehingga pekerja migran asal Kobar tidak mengalami kendala,” tambahnya.
Ritawati menegaskan, pihaknya menyambut baik harapan dari Menteri P2MI tersebut. Ia menilai, peran IPEMI dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi pengangguran sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Pada prinsipnya kami sangat merespons baik apa yang diharapkan Pak Menteri. Insya Allah kami akan melaksanakan kerja sama ini, karena juga sejalan dengan visi misi IPEMI dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Selain melakukan kunjungan kerja, IPEMI Kobar juga mengikuti Rakernas ke-8 yang digelar pada 20–21 April 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut menghasilkan enam rekomendasi strategis untuk penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi perempuan.
“Rakernas IPEMI ke-8 menjadi ajang konsolidasi dan penguatan ekonomi perempuan. Ini sangat penting untuk mendorong kemajuan perekonomian masyarakat Kobar,” jelasnya.
Pada pembukaan Rakernas, turut hadir Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono. Dalam kesempatan itu, pemerintah berharap IPEMI dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis UMKM.
Ritawati menyebutkan, salah satu rekomendasi penting adalah mendorong pembiayaan inklusif bagi UMKM perempuan melalui skema kredit yang adaptif serta pembentukan women entrepreneur fund yang bersumber dari APBN, APBD, BUMN, dan CSR.
“Selain itu, pendekatan pembiayaan diharapkan tidak lagi bertumpu pada agunan formal, melainkan berbasis kelompok usaha. Banyak UMKM yang ingin berkembang namun terbentur persyaratan permodalan,” ujarnya.
Rekomendasi lainnya mencakup optimalisasi peran perempuan dalam transformasi UMKM dan koperasi guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.
“Secara keseluruhan ada enam rekomendasi penting dari Rakernas IPEMI ke-8. Rekomendasi ini bertujuan memperkuat posisi UMKM perempuan dalam ekosistem ekonomi nasional. Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan kesejahteraan masyarakat Kobar,” tandasnya. (DANANG/J)









