KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas -  Di tengah modernisasi yang terus berkembang, seni tradisional tetap memiliki tempat istimewa dan mampu menjadi sumber penghidupan yang nyata. Hal inilah yang dibuktikan oleh Mukarramah, seorang ibu merupakan warga Desa Bakungin, Kapuas Hilir sekaligus kader Posyandu, yang mengubah lidi kelapa menjadi karya seni bernilai tinggi.

Bagi banyak orang, lidi kelapa mungkin hanya dianggap sebagai limbah pertanian yang tidak terpakai dan dibiarkan menumpuk di sudut kebun. Namun, melalui sentuhan tangan yang terampil dan penuh kesabaran, Mukarramah mampu menyulap helai-helai lidi tersebut menjadi Jikin, sebuah anyaman tradisional yang tidak hanya indah dipandang tetapi juga memiliki fungsi praktis.

Keterampilan menganyam ini bukanlah hal baru baginya. Sejak kecil, Ibu Mukarramah sudah diajarkan oleh sang ibu, menjadikan seni ini sebagai bagian dari warisan keluarga yang tak ternilai. Baginya, membuat Jikin bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang, melainkan upaya nyata untuk menjaga agar napas ekonomi kreatif di desa tetap berdenyut dan berkembang.

Ia membuktikan bahwa kemandirian ekonomi tidak selalu harus dimulai dengan modal besar atau usaha yang rumit. Dengan ketekunan dan kemampuan yang dimiliki, siapa pun bisa menghasilkan nilai tambah dari bahan yang ada di sekitarnya, bahkan hanya dari teras rumah sendiri. Hal ini menjadi inspirasi bahwa kreativitas adalah kunci utama dalam membuka peluang usaha.

Dedikasi Mukarramah dalam melestarikan dan mengembangkan kerajinan ini ternyata memberikan dampak positif yang lebih luas. Kehadirannya mampu menggerakkan semangat para ibu penggerak desa lainnya. Di aula Kantor Desa Bakungin, kegiatan menganyam lidi kini menjadi momen yang mempererat kebersamaan, sekaligus menumbuhkan optimisme dan rasa percaya diri di kalangan warga.

Produk Jikin karya Mukarramah ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. "Harganya mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000," ungkapnya.

Membeli produk ini bukan hanya sekadar transaksi jual beli, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi lokal dan upaya menjaga identitas budaya agar tetap lestari dan berdaya saing di tengah arus zaman.

Bagi masyarakat yang tertarik memiliki atau ingin memesan kerajinan tangan ini, dapat melalui koordinasi dengan TP PKK Desa Bakungin. (SABRIANOOR/j)