BORNEONEWS, Tanah Laut - Sebuah konten di media sosial yang mencitrakan Masjid Hj Siti Maryam di kawasan Rest Area Bukit Kayangan, Desa Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, mendadak viral dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Konten tersebut menarasikan adanya cerita horor, kesan mistis hingga aura negatif di tempat ibadah tersebut. Narasi itu pun memicu kontra, mengingat masjid merupakan tempat suci yang seharusnya dijaga citra dan kesakralannya.
Menanggapi hal itu, Salim, seorang marbot yang telah tinggal dan mengabdi di masjid tersebut selama beberapa bulan, memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah seluruh isu yang beredar dan menyebut informasi tersebut tidak benar.
"Saya sudah tinggal di sini selama 4 bulan, tidak pernah ada kejadian seperti yang dimaksud," ujar Salim dalam video klarifikasinya, Jumat, 24 April 2026.
Ia juga memastikan bahwa kondisi masjid tetap aman dan nyaman bagi siapa saja yang ingin beribadah maupun sekadar beristirahat saat melintas di kawasan tersebut.
"Bagi siapa saja yang ingin istirahat maupun salat di Masjid Hj Siti Maryam silakan, masjid aman dan nyaman," tambahnya.
Masjid Hj Siti Maryam sendiri merupakan salah satu masjid yang tergolong baru di Kabupaten Tanah Laut. Terletak di kawasan Bukit Kayangan, masjid ini memiliki desain yang indah dengan latar pemandangan perbukitan yang asri.
Keberadaan masjid ini bukan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi lokasi persinggahan bagi para pengguna jalan yang melintas di kawasan Gunung Kayangan. Pembangunannya pun memiliki tujuan lain, yakni untuk menghapus citra negatif wilayah tersebut yang sebelumnya dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.
Di sisi lain, sempat beredar pula sejumlah unggahan di media sosial yang menyinggung soal pergantian marbot di masjid tersebut. Namun, informasi tersebut masih sebatas kabar yang berkembang di tengah masyarakat dan belum dapat dipastikan kebenarannya. (SABRIANOOR/H)









