KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Upaya peningkatan layanan kesehatan mata kembali dilakukan di Kabupaten Kapuas melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis yang resmi dibuka pada Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono bersama Bupati Kapuas M. Wiyanto dan Wakil Bupati Kapuas Dodo.

Pembukaan kegiatan dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Kapuas, yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo serta Vision Center Kapuas sebagai lokasi utama pelaksanaan operasi.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), serta Noor Dubai Foundation dari Uni Emirat Arab. Sinergi lintas negara ini difokuskan untuk memperluas akses layanan kesehatan mata, khususnya bagi masyarakat di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis.

Dalam sambutannya, Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil dengan akses terbatas terhadap dokter spesialis.

“Program ini sangat berarti bagi masyarakat kami, terutama yang tinggal jauh dari pusat layanan kesehatan. Ini bukan hanya bantuan medis, tapi bentuk kepedulian nyata,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Uni Emirat Arab yang turut mengirimkan perwakilan untuk memantau langsung jalannya kegiatan. Program ini didukung hibah sebesar 294.222 Dirham, yang memungkinkan sekitar 500 warga mendapatkan layanan operasi katarak secara gratis.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang telah dimulai sejak 2025. Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Melalui operasi ini, kita ingin mengembalikan kemampuan melihat para pasien, sehingga mereka bisa kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik,” ujarnya saat meninjau pelayanan di Vision Center Kapuas.

Pelaksanaan operasi dilakukan dengan prosedur yang ketat, dimulai dari tahap skrining awal oleh petugas kesehatan, hingga pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis. Setiap pasien juga menjalani pengukuran detail untuk memastikan pemasangan lensa dilakukan secara tepat dan aman. (SABRIANOOR/H)