PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebuah kisah penuh haru datang dari Panti Rehabilitasi Gangguan Kejiwaan JAM, ketika seorang ayah memilih mengabdikan hidupnya untuk mendampingi sang anak yang mengalami gangguan kejiwaan. Tanpa harta dan tempat tinggal, ia justru menemukan makna hidup baru di tengah keterbatasan.

Ayah tersebut diketahui telah kehilangan istrinya yang lebih dulu meninggal dunia. Dari dua anak laki-lakinya, keduanya mengalami gangguan kejiwaan. Salah satu kini dirawat di Panti JAM, sementara yang lainnya berada di tempat berbeda.

Meski dirinya tidak mengalami gangguan jiwa, sang ayah dengan penuh kasih memilih tinggal di panti demi merawat anaknya.

Dalam kesehariannya, ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan ringan tangan. Berbagai pekerjaan dilakukan dengan tulus, mulai dari memotong rumput, membersihkan ruangan, hingga berkebun.

Kehadirannya bahkan turut membantu aktivitas di lingkungan panti.

Dalam perbincangan bersama pengelola panti, ia mengungkapkan kondisi hidupnya yang kini tak lagi memiliki rumah maupun harta benda. 

Namun, ia hanya memiliki satu harapan sederhana: tetap bisa tinggal di panti sambil mengurus anaknya.

“Saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Kalau diperkenankan, saya ingin tetap di sini, menjaga anak saya,” ujarnya lirih.

Ketika ditanya apakah ia merasa betah tinggal di Panti JAM, jawabannya singkat namun penuh makna.

“Betah, dok. Saya bersyukur bisa tinggal di sini,” katanya.

Pengelola Yayasan Panengan Asie Palangka Raya, dr. Theodorus Sapta Atmadja, pun memberikan izin kepada sang ayah untuk tetap tinggal bersama anaknya.

"Kami berharap panti yang dikelola dapat menjadi tempat perlindungan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terlantar, sekaligus menghadirkan nilai kemanusiaan bagi siapa pun yang membutuhkan," ujar dr. Theo saat dikonfirmasi, Sabtu 25 April 2026.

Kisah ini ujarnya menjadi pengingat bahwa cinta seorang orang tua tak mengenal batas, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun. Di tengah keterbatasan, ketulusan dan pengorbanan justru menjadi kekuatan terbesar. (MARINI/H)