BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan pameran produk unggulan masyarakat Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan berlangsung meriah dengan kehadiran delegasi mitra internasional dari Universiti Putra Malaysia dan Universiti Teknologi MARA.
Kehadiran para akademisi internasional tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi pertanian dan hortikultura lokal agar mampu bersaing hingga tingkat global.
Delegasi internasional yang hadir di antaranya adalah Prof. Dr. Hasmadi Ismail serta Prof. Seca Gandaseca yang turut meninjau langsung hasil produksi pertanian masyarakat Desa Habeahan. Dalam kegiatan tersebut, tim dari Universitas Sumatera Utara juga hadir mendampingi kegiatan kolaborasi internasional yang diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawaty, S.Hut., M.Si. bersama anggota tim yakni Prof. Dr. Abdul Rauf, S.Hut., M.Si., dr. Bejo Suroso, M.Kes., Ir. Yusak Hendra Fratama Pasaribu, S.P., M.Si., serta Nur Ulina Warnisyah Sebayang, S.P., M.Agr.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama dalam pameran tersebut adalah Jeruk Madu TKC hasil budidaya masyarakat Desa Habeahan. Jeruk ini dikenal memiliki ukuran buah yang cukup besar, kulit buah yang tebal, serta rasa yang sangat manis sehingga menarik perhatian para tamu yang hadir. Produk unggulan tersebut dipamerkan langsung oleh salah satu petani jeruk Desa Habeahan, Joslan Sinambela.
Menurut Joslan, budidaya jeruk madu memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan bagi masyarakat desa.
"Harga jual jeruk di pasaran saat ini dapat mencapai sekitar Rp25.000 per kilogram," kata Joslan dalam rilis yang diterima Borneonews pada Sabtu, 25 April 2026.
Namun demikian, para petani masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan budidaya jeruk, terutama tingginya harga pupuk kimia seperti pupuk Yara yang terus mengalami kenaikan.
Joslan menjelaskan bahwa masyarakat Desa Habeahan mulai memiliki keinginan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan memanfaatkan limbah organik yang tersedia di desa menjadi pupuk organik dan kompos. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan pupuk organik diyakini mampu meningkatkan kualitas rasa buah sehingga jeruk madu yang dihasilkan menjadi lebih manis.
“Kami ingin limbah-limbah yang ada di desa bisa diolah menjadi pupuk organik. Harapannya jeruk yang dihasilkan lebih manis dan biaya produksi petani juga bisa ditekan,” ujar Joslan.
Untuk mendukung upaya tersebut, masyarakat berharap adanya bantuan alat pencacah limbah organik agar limbah pertanian dan limbah rumah tangga dapat diolah menjadi kompos secara mandiri. Dengan adanya alat tersebut, warga optimistis mampu membangun sistem pertanian berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.
Selain budidaya jeruk madu, masyarakat Desa Habeahan juga mengembangkan sektor hortikultura lainnya seperti cabai yang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat. Potensi pertanian hortikultura di wilayah Lintong Nihuta dinilai sangat besar untuk terus dikembangkan sebagai penguatan ekonomi desa berbasis pertanian berkelanjutan.
Joslan juga berharap Jeruk Madu TKC dari Desa Habeahan mampu bersaing dengan sentra jeruk terkenal di Indonesia seperti Mamuju, Kalimantan Barat, dan Berastagi. Menurutnya, rasa Jeruk Madu TKC dari Habeahan memiliki cita rasa yang lebih manis sehingga sangat layak dijadikan produk unggulan khas Lintong Nihuta.
Selama ini nama Lintong telah dikenal luas melalui kopi Lintong yang telah menembus pasar internasional. Namun masyarakat berharap ke depan tidak hanya kopi Lintong yang dikenal dunia, melainkan juga Jeruk Lintong yang mampu menjadi identitas baru daerah dengan kualitas unggul dan cita rasa khas yang mampu menarik perhatian pasar mancanegara.
Melalui dukungan akademisi, pemerintah desa, masyarakat, serta kolaborasi internasional bersama Universiti Putra Malaysia dan Universiti Teknologi MARA, pengembangan Jeruk Madu TKC diyakini dapat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Kecamatan Lintong Nihuta sebagai kawasan penghasil komoditas hortikultura unggulan yang berdaya saing internasional. (TESTI PRISCILLA/H)









