PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Upaya memperkuat hubungan kemitraan sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan terus dilakukan oleh PT Multi Usaha Abadi (MUA). 

Hal ini diwujudkan melalui terselenggaranya agenda Edukasi Petani Kelapa Sawit dan Kolaborasi Lintas Unit Bisnis yang digelar di Desa Purwodadi, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu, 22 April 2026.

Ini menjadi momentum penting yang mempertemukan berbagai elemen, mulai dari petani, pemerintah kecamatan, hingga berbagai unit bisnis Citra Borneo Indah (CBI) Group dan fungsi pendukung untuk membangun sinergi yang lebih kuat dan berkelanjutan. 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Maliku dan Kecamatan Pandih Batu, serta melibatkan sekitar 20 desa dengan partisipasi aktif para petani kelapa sawit dari wilayah tersebut.

Department Head FFB Trading, Farid,  menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi teknis, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam menciptakan ekosistem kemitraan yang sehat antara perusahaan dan petani.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh mitra petani memiliki pemahaman yang sama terkait standar kualitas TBS, praktik budidaya yang baik, serta sistem kemitraan yang transparan dan saling menguntungkan,” jelas Farid.

Agenda ini menghadirkan berbagai kontribusi lintas fungsi, termasuk pemaparan dari Sulung Research Station terkait praktik terbaik pengelolaan kebun. 

Turut hadir pula tim Sustainability yang memberikan edukasi mengenai traceability (ketertelusuran hasil kebun) serta pentingnya penerapan pengelolaan kebun yang ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya keberlanjutan industri sawit.

Selain itu, Departemen IT turut berperan sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya kegiatan secara interaktif dan profesional, sementara Departemen GIS berkontribusi sebagai tim dokumentasi yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan terdokumentasi dengan baik dan sistematis.

Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi terkait standar penerimaan TBS pihak ketiga (P3), termasuk transparansi dalam proses grading. Hal ini diharapkan dapat mengurangi miskomunikasi serta meningkatkan kepercayaan petani terhadap sistem yang diterapkan.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kolaborasi promosi bersama Mercure Hotel, sebagai bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan hubungan kemitraan dan peningkatan engagement dengan para peserta. 

Dan juga turut bersinergi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Pulang Pisau sebagai wadah perwakilan petani sawit. Kolaborasi ini memperkuat jembatan komunikasi antara perusahaan dan petani, sekaligus representasi organisasi petani yang mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan pekebun sawit.

Menariknya, dalam kegiatan ini para peserta juga diperkenalkan dengan produk turunan kelapa sawit berupa minyak goreng Hanau, sebagai bentuk hilirisasi dari TBS yang selama ini mereka hasilkan. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada para petani, panitia juga membagikan minyak goreng secara gratis kepada seluruh peserta, masing-masing sebanyak 2 liter.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan kehadiran ratusan petani dari berbagai wilayah sekitar. Dukungan dari pihak kecamatan dan aparat desa juga memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan sektor perkebunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, PT MUA menegaskan komitmennya dalam membangun kemitraan yang kuat, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama, sejalan dengan semangat kemitraan: Kerjasama Kuat, Hasil Hebat, Kualitas Terjaga, Petani Sejahtera.(WAHYU KRIDA/Y)