PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pengiriman 1.050 ton cabai merah dari Sumatera Utara ke Kota Palangka Raya mendapat perhatian dari DPRD setempat. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tengah lonjakan harga cabai akibat faktor cuaca.

Pengiriman tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dari halaman Kantor Gubernur Sumut di Medan sebagai bagian dari kerja sama antardaerah (KAD) antara wilayah surplus dan defisit komoditas.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah kolaboratif tersebut.

Ia menilai kerja sama antardaerah sangat penting untuk menjaga keseimbangan pasar, terutama untuk komoditas strategis seperti cabai.

“Kami menyambut baik pengiriman cabai ini. Harapannya bisa membantu menekan harga di pasaran dan meringankan beban masyarakat,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.

Menurutnya, tingginya harga cabai di Palangka Raya belakangan ini dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca, sehingga intervensi melalui distribusi dari daerah penghasil menjadi solusi jangka pendek yang efektif.

Selain itu, Hap Baperdu juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kerja sama antardaerah agar tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menjadi sistem yang terintegrasi dalam menjaga stabilitas harga pangan.

“Ini langkah bagus, tapi harus berkelanjutan. Di sisi lain, kita juga perlu mendorong produksi lokal agar ke depan tidak terlalu bergantung dari luar daerah,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya tambahan pasokan cabai dari Sumatera Utara, harga di tingkat konsumen dapat segera stabil, sekaligus membantu mengendalikan inflasi di Kota Palangka Raya. (MARINI/Y)