BORNEONEWS, Palangka Raya – Maraknya pertumbuhan kafe dan restoran, ditambah potensi pariwisata lokal, dinilai menjadi pilar penting dalam mendorong perputaran ekonomi di Kota Palangka Raya. Sektor ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Anggota DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mengungkapkan bahwa Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), khususnya dari usaha kafe dan kuliner, menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar.
“Sektor kafe dan kuliner ini sebenarnya punya potensi besar dalam menyumbang PAD, apalagi dengan pertumbuhan usaha yang cukup pesat belakangan ini,” ujarnya, Sabtu 25 April 2026.
Namun demikian, ia menilai realisasi penerimaan pajak dari sektor tersebut masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari belum maksimalnya pengawasan, kepatuhan wajib pajak, hingga sistem pendataan yang perlu diperkuat.
Menurutnya, pemerintah kota perlu melakukan langkah strategis, seperti digitalisasi sistem pajak, peningkatan pengawasan, serta pembinaan kepada pelaku usaha agar lebih patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Potensinya besar, tapi kalau tidak dikelola dengan baik, tentu tidak akan maksimal. Perlu ada inovasi dan pengawasan yang lebih kuat,” tegasnya.
Khemal juga menambahkan, penguatan sektor ini tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di Palangka Raya.
Pihaknya dari DPRD pun mendorong pemerintah kota untuk lebih serius mengoptimalkan sektor kuliner dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus memastikan kontribusi pajaknya dapat dirasakan secara maksimal untuk pembangunan kota. (MARINI/y)









