KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seorang siswi berusia 13 tahun di SD Negeri 1 Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, diduga mengalami depresi berat akibat kekerasan dalam lingkungan keluarga. Kondisi ini terungkap setelah pihak sekolah melakukan pendampingan intensif terhadap korban.

Kepala sekolah, Jemi Damai Yanti, menjelaskan bahwa perubahan perilaku korban mulai terlihat dalam satu tahun terakhir. Sebelumnya, korban dikenal sebagai anak yang normal saat duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 4.

Namun setelah tinggal bersama ayahnya, sikap korban berubah drastis. Ia menjadi pendiam, sering menyendiri, dan kehilangan minat untuk berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah.

“Sejak tinggal bersama ayahnya, anak ini mulai jarang sekolah. Kalaupun masuk, dia hanya diam dan tersenyum saja,” ungkap Jemi, kepada Borneonews, Sabtu, 25 April 2026.

Tidak hanya perubahan perilaku, pihak sekolah juga menemukan sejumlah tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Bekas luka yang terlihat diduga akibat pukulan dan sundutan rokok.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Pihak sekolah mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan dan bagaimana luka-luka tersebut terjadi.

Selain itu, kondisi keluarga korban juga disebut memprihatinkan. Ibu dan kakak korban dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan yang diduga berkaitan dengan situasi dalam rumah tangga.

Pihak sekolah berharap korban bisa mendapatkan perlindungan dan pemulihan maksimal agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan melanjutkan pendidikan dengan baik. (SABRIANOOR/j)