BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kondisi Sungai Kahayan di Desa Pandawei, Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau, mulai mengalami pendangkalan akibat tidak turunnya hujan selama hampir sepekan terakhir. Fenomena ini membuat warga setempat kini dapat menyeberangi sungai dengan berjalan kaki.
Pendangkalan tersebut juga dimanfaatkan anak-anak desa untuk bermain air di bantaran sungai yang biasanya memiliki debit cukup dalam. Aktivitas ini menjadi pemandangan yang jarang terjadi saat kondisi air normal.
Salah seorang warga, Kevin, bersama teman-temannya mengungkapkan bahwa kondisi sungai saat ini jauh berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya, di mana air terlihat surut dan arus tidak terlalu deras.
“Airnya sekarang dangkal, jadi kami bisa jalan kaki menyeberang. Anak-anak juga banyak yang main air di sini,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Warga Desa Pandawei lainnya, Pandi juga membenarkan kondisi tersebut. Mereka menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir curah hujan memang sangat minim, sehingga berpengaruh langsung terhadap debit air sungai.
"Meski memberikan kemudahan bagi aktivitas warga, kondisi ini tetap menimbulkan kekhawatiran, terutama jika berlangsung dalam waktu lama," katanya.
Pendangkalan sungai berpotensi ini ujarnya mengganggu ekosistem, transportasi air, hingga kebutuhan air masyarakat. Ia berharap cuaca segera kembali normal dan hujan turun agar debit air Sungai Kahayan kembali stabil serta aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa. (MARINI/j)









