BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aksi balap liar kembali marak di Jalan Tambun Bungai, Kuala Kapuas pada Minggu dini hari, 26 April 2026. Setelah sempat mereda, aktivitas berbahaya tersebut kini kembali muncul dan seolah menguasai ruas jalan utama kota.
Sejak sekitar pukul 00.30 WIB, belasan remaja dilaporkan mulai berkumpul dan melakukan balapan di kawasan Bundaran Taman Raja Bunu. Deru kendaraan dengan kecepatan tinggi terdengar berulang kali, memecah suasana malam yang seharusnya tenang.
Tak hanya para pembalap, sisi jalan juga dipadati remaja lain yang ikut menyaksikan. Mereka berdiri di tepi jalan tanpa pengamanan, bahkan sebagian tampak merekam jalannya aksi menggunakan ponsel.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius, terutama bagi pengguna jalan lain yang melintas. Jalan yang seharusnya menjadi fasilitas umum berubah menjadi arena berisiko tinggi tanpa pengawasan.
Seorang warga Kapuas, Hadi, mengaku terpaksa menghindari jalur tersebut demi keselamatan. "Mau lewat situ, tapi banyak yang laju berkendara, akhirnya terpaksa mutar lewat jalan lain," ujarnya.
Selain membahayakan diri sendiri, aksi balap liar ini juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang bisa merugikan banyak pihak. Minimnya perlengkapan keselamatan para pelaku semakin memperbesar risiko fatal.
Kekhawatiran juga datang dari pihak relawan emergency yang biasa siaga menangani kecelakaan. Mereka bahkan menyiapkan skenario terburuk jika insiden terjadi sewaktu-waktu.
"Untuk kamar jenazah siap saja, kantong jenazah juga," ungkap salah satu relawan, mencerminkan betapa seriusnya ancaman dari aktivitas tersebut.
Ironisnya, aksi balap liar ini dilakukan secara terbuka dan bahkan disiarkan langsung melalui platform media sosial TikTok. Selama kurang lebih satu jam, kegiatan tersebut berlangsung seolah-olah tidak ada kekhawatiran akan adanya penindakan dari pihak berwenang. (SABRIANOOR/j)









