KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penanganan terhadap seorang siswi berusia 13 tahun di SD Negeri 1 Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, Kabupaten Kapuas, terus dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak setelah kasus dugaan depresi berat dan kekerasan mencuat.

Sejumlah unsur telah turun tangan, mulai dari Puskesmas, Camat Kapuas Timur, kepolisian, TNI, hingga Satuan Polisi Pamong Praja untuk memastikan kondisi korban tertangani dengan baik.

Selain itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga telah melakukan pendampingan langsung terhadap korban, termasuk mendatangi sekolah untuk menggali informasi dan memastikan keselamatan anak tersebut.

“Untuk bagian PPA sudah menangani juga hingga saat ini, bahkan sudah turun langsung ke sekolah,” ungkap Jemi Damai Yanti, Kepala SDN 1 Anjir Serapat Baru kepada Borneonews, Sabtu, 25 April 2026.

Langkah tegas juga diambil terhadap keluarga korban. Pada 20 April 2026, ayah, ibu, dan kakak korban telah dibawa ke rumah sakit jiwa oleh Satpol PP bersama perangkat desa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, korban kini tinggal bersama bibinya demi memastikan keamanan dan kestabilan kondisi psikologisnya. Meski demikian, korban tetap melanjutkan aktivitas sekolah seperti biasa.

Pihak sekolah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar kondisi korban dapat berangsur membaik, baik dari sisi mental maupun sosial.

Diharapkan, sinergi semua pihak dapat membantu proses pemulihan korban secara menyeluruh serta mencegah terjadinya kasus serupa di kemudian hari. (SABRIANOOR/j)