BORNEONEWS, Pulang Pisau – Penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite di tingkat pengecer, ditambah keterbatasan pasokan, mulai berdampak langsung pada aktivitas masyarakat di Desa Pandawei Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau.
Kondisi tersebut mendorong sebagian warga untuk mencari alternatif transportasi yang lebih hemat dan mudah diakses. Salah satu solusi yang kini mulai banyak digunakan adalah sepeda listrik untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
Warga setempat mengaku penggunaan sepeda listrik dinilai lebih efisien, terutama di tengah harga BBM yang terus meningkat dan sulit diperoleh. Selain itu, jarak tempuh antar lokasi di desa yang relatif dekat membuat kendaraan ini cukup efektif digunakan.
“Sekarang BBM mahal dan susah didapat, jadi kami pakai sepeda listrik untuk keperluan sehari-hari,” ungkap salah seorang warga disapa Indu April, Minggu, 26 April 2026.
Peralihan ini dianggapnya juga memberikan dampak positif, seperti penghematan pengeluaran rumah tangga serta mengurangi ketergantungan terhadap BBM.
Namun, ia tetap berharap pasokan BBM dapat kembali normal agar aktivitas transportasi tidak terganggu.
Di sisi lain, warga lainnya, April katakan kondisi ini menjadi sinyal perlunya perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi BBM.
"Khususnya di wilayah pedesaan, sekaligus mendorong penggunaan energi alternatif yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan," pungkasnya. (MARINI/j)









