BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perum Bulog Cabang Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di wilayah setempat dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.
Kepala Bulog Kobar, Ricky Bagus, menyebutkan stok pangan strategis yang tersimpan di gudang saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan mendatang.
“Untuk beras tersedia sekitar 1.300 ton, gula 61 ton, dan minyak goreng 177 ton. Jumlah ini kami pastikan aman,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.
Ia menegaskan, meskipun situasi global dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut memengaruhi berbagai sektor, harga komoditas di Bulog tetap stabil tanpa mengalami lonjakan.
Saat ini, harga beras premium berada di kisaran Rp15.400 per kilogram, beras SPHP Rp13.100 per kilogram, dan minyak goreng Rp15.700 per liter.
Di sisi lain, Ricky mengakui terjadi peningkatan permintaan masyarakat, khususnya untuk minyak goreng dan gula. Namun, kenaikan harga yang terjadi di pasaran lebih dipicu oleh faktor eksternal seperti naiknya harga kemasan plastik.
“Di Bulog sendiri harga tetap stabil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Sebab, kepanikan justru berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
“Kalau masyarakat panik dan membeli dalam jumlah besar, itu bisa membuat permintaan melonjak dan harga ikut naik,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah, Bulog Kobar terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM).
Melalui kerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kobar, Bulog siap menyalurkan kebutuhan pangan kapan pun dibutuhkan masyarakat.
Selain melayani Kobar, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan ke wilayah lain seperti Lamandau dan Sukamara. Total alokasi distribusi mencapai 240 ton, dengan rincian Kobar 162 ton, Lamandau 44 ton, dan Sukamara 33 ton.









