BORNEONEWS, Jakarta – Penyanyi lintas generasi Vina Panduwinata dan Ardhito Pramono tampil satu panggung dalam konser “Badai Pasti Berlalu” yang digelar untuk memperingati 52 tahun perjalanan berkarya Erros Djarot.
Konser yang berlangsung di Balai Sarbini pada Sabtu malam, 25 April 2026, menghadirkan nuansa nostalgia lewat deretan lagu legendaris.
Ardhito Pramono membuka penampilannya dengan membawakan lagu “Malam Pertama”. Ia mengaku bangga bisa terlibat dalam konser yang mengangkat karya-karya musik era 1970–1980-an.
“Sebagai musisi, saya sangat mengagumi musik era tersebut. Ini kehormatan bisa tampil bersama para senior,” ujarnya.
Suasana semakin hangat ketika Ardhito mengundang Vina Panduwinata naik ke panggung. Keduanya kemudian berduet membawakan lagu “Hening” dengan penuh penghayatan.
Ardhito pun mengaku terharu bisa berbagi panggung dengan penyanyi yang ia panggil Mama Vina tersebut, terlebih lagu yang dibawakan memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur.
Penampilan dilanjutkan dengan Vina Panduwinata yang membawakan lagu “Matahari”. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Erros Djarot dalam industri musik Indonesia.
“Saya bersyukur Indonesia memiliki sosok seperti Mas Erros Djarot, juga Yockie Suryo Prayogo dan Chrisye yang telah memberi warna indah dalam perjalanan musik kita,” ucapnya.
Konser “Badai Pasti Berlalu” menjadi momen penting untuk mengenang album legendaris yang dirilis pada 1977 tersebut. Album ini dikenal luas sebagai salah satu karya terbaik dalam sejarah musik Indonesia.
Selain Vina dan Ardhito, konser ini juga diramaikan sejumlah musisi ternama seperti Once Mekel, Titi DJ, Rio Febrian, Dirly, Monita Tahalea, Adi Adrian, hingga Mia Ismi.
Mereka membawakan sejumlah lagu populer seperti “Badai Pasti Berlalu”, “Semusim”, “Pelangi”, hingga “Serasa”, yang semakin menghidupkan suasana konser penuh kenangan tersebut.
ANTARA









