PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mencatat prestasi di sektor pendidikan. Daerah ini meraih penghargaan nasional berkat keberhasilan memperluas akses pendidikan inklusif melalui penguatan digitalisasi pembelajaran.

Penghargaan tersebut diterima dalam ajang National Governance Awards 2026 yang mengusung tema Sinergi Nusantara untuk Indonesia Emas.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata hingga ke wilayah terpencil.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta didik, baik di perkotaan maupun daerah pedalaman, mendapatkan layanan pendidikan berkualitas dengan dukungan teknologi,” ujarnya, Minggu, 26 April 2026.

Keberhasilan ini dinilai tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi juga implementasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pemprov Kalteng terus mengembangkan ekosistem digitalisasi pendidikan secara berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran, berbagai inovasi pendidikan berbasis teknologi digulirkan. Di antaranya program Kelas Digital Huma Betang, sistem pembelajaran hybrid, hingga penguatan pembelajaran bahasa asing yang adaptif dan inklusif.

Selain itu, dukungan sarana prasarana juga terus ditingkatkan. Sejumlah sekolah kini mulai menggunakan perangkat modern seperti televisi interaktif dan papan tulis digital di tingkat SMA, SMK, hingga sekolah khusus.

Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Tak hanya itu, program sekolah gratis dan kuliah gratis juga menjadi bagian penting dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan yang tinggal di wilayah terpencil.

“Kami ingin tidak ada lagi anak di Kalimantan Tengah yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Akses pendidikan harus terbuka seluas-luasnya,” tegasnya.

ANTARA