PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.

Menurutnya, upaya mitigasi dan deteksi dini tidak dapat berjalan maksimal jika hanya mengandalkan peran pemerintah atau BPBD semata.

Pernyataan ini disampaikan sebagai wujud keseriusan instansinya dalam membangun budaya kesiapsiagaan di tengah masyarakat.

Keterlibatan aktif dari berbagai elemen, mulai dari instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, hingga warga secara individu, dinilai sangat krusial untuk meminimalisir risiko bencana.

Hendrikus menjelaskan, deteksi dini merupakan langkah awal yang sangat vital dalam rantai penanggulangan bencana.

"Dengan sistem deteksi yang baik dan dukungan informasi dari masyarakat, potensi bahaya dapat dikenali lebih cepat sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sebelum situasi menjadi lebih parah," katanya, Minggu, 26 April 2026.

Selain deteksi dini, langkah mitigasi atau pencegahan juga tidak kalah pentingnya. Upaya ini mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dampak kerusakan dan kerugian akibat bencana, baik melalui pendekatan teknis, struktural, maupun non-struktural yang melibatkan partisipasi warga.

Wilayah Palangka Raya yang memiliki karakteristik geografis tertentu, seperti rawan banjir dan cuaca ekstrem, menjadikan kolaborasi ini semakin mendesak.

"Ketika semua pihak bergerak dalam satu irama dan saling melengkapi, respons terhadap ancaman bencana akan menjadi jauh lebih efektif dan efisien," pungkasnya. (PATHUR/j)