PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Fenomena kekerasan dalam rumah tangga di Palangka Raya menunjukkan bahwa kekerasan dalam relasi memiliki berbagai bentuk yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuk tersebut meliputi kekerasan fisik, psikis atau emosional, seksual, serta kekerasan ekonomi atau penelantaran.

“Dalam banyak kasus di Palangka Raya, kekerasan tidak muncul tiba-tiba dalam bentuk fisik, tetapi sering diawali dari kekerasan verbal atau emosional yang kemudian berkembang menjadi lebih berat,” Ari Pamungkas di Palangka Raya, Minggu, 26 April 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam relasi sering berkembang secara bertahap sebelum mencapai bentuk yang lebih berat.

Dari sudut pandang psikologis, korban berada dalam tekanan emosional yang terus-menerus sehingga memengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan.

“Korban sering berada dalam tekanan emosional yang terus-menerus sehingga cara berpikir dan mengambil keputusan ikut terpengaruh,” ujarnya. (HERMAWAN DP/j)